Kunjungan PJ Walikota Madiun dalam Rangka Intervensi Serentak Pencegahan Stunting

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Stunting menyebabkan gagal tumbuh, hambatan perkembangan kognitif dan motorik, dan tidak optimalnya ukuran fisik tubuh serta gangguan metabolisme. Stunting masih menjadi masalah serius yang di hadapi Indonesia. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023 menunjukkan penurunan prevalensi balita stunting dari 21,6% tahun 2022 menjadi 21,5%. Walaupun menurun, angka tersebut masih tinggi. Program gerakan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting ini merupakan upaya bersama untuk mengatasi masalah stunting yang dapat berdampak pada pertumbuhan balita. Posyandu yang menjadi sarana utama dalam upaya pencegahan stunting, mulai bulan Juni 2024 melakukan kegiatan yang meliputi penimbangan berat badan, pengukuran panjang badan bagi balita, dan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) bagi calon pengantin dan ibu hamil. Intervensi sesuai tata laksana ini merupakan langkah awal dalam mendeteksi risiko stunting serta memberikan penanganan dini bagi masyarakat yang membutuhkan. Posyandu Durian di Kelurahan Nambangan Lor merupakan salah satu posyandu yang juga melaksanakan gerakan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting sejak bulan Juni 2024. Pada pelaksanaan posyandu di tanggal 15 Juli 2024, Posyandu Durian mendapatkan kesempatan untuk dipantau langsung oleh PJ Walikota Madiun Bapak Eddy Supriyanto, S.STP., M.PSDM. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan kunjungan rumah dan pemberian bingkisan sebagai upaya pencegahan stunting. #cegahstuntingitupenting #intervensiserentakpencegahanstunting #posyandu #dinkesppkbkotamadiun #puskesmasmanguharjo